Ada beberapa teman yang bertanya tentang bagaimana cara saya menjahit sarung bantal. Kali ini akan saya sharing tutorialnya. Sarung bantal yang saya jahit adalah dengan sambungan jahitan yang tersembunyi. Saya sangat menyukai cara ini, terlebih lagi karena sarung bantal yang dijahit umumnya beraplikasi dan berquilting. Dengan cara ini, disamping sambungan jahitan akan tersimpan dengan baik dan rapi, jahitan aplikasi & quilting, baik dengan jahitan tangan atau mesin, juga akan terjaga & tersimpan dengan baik. Untuk menutup bagian belakang sarung bantal di tutorial ini, saya memakai resleting. Teman-teman bisa saja menggantikannya dengan kancing..^^
Ok, kita mulai saja tutorialnya yaa...Sarung bantal yg kita buat kali ini adalah yang berukuran 14"x14" atau +/- 36cm x 36cm.
Bahan yang diperlukan adalah seperti di gambar berikut:
| bahan2 |
1. Kain bagian depan (saya menggunakan kain yg sudah siap dengan aplikasi & quiltingnya) berukuran 15"x15" (terlupa memotonya sebelum dijahit..^~*)
2. Kain bagian belakang yg terdiri bagian pertama berukuran 16"x6"
3. Kain belakang bagian kedua berukuran 16"x11"
(saya selalu melebihkan ukurannya utk menghindari pergeseran/kedutan waktu proses penyambungan jahitan, demikian juga utk kain lapisan-pada gbr bernomor 5)
4. Resleting dengan ukuran panjang 20" (lebih aman bagi saya memilih resleting yang lebih panjang agar menjahitnya lbh mudah, lebihannya tinggal dipotong nanti...!!!)
5. Kain untuk lapisan dalam dengan ukuran 16"x16" (kain yg dipilih terserah, tapi saya biasa memakai kain katun utk lining baju).
6. Benang
Ok...mari kita mulai menjahit...^^, dengan cara sebagai berikut:
1. Ambil resleting dan kain belakang bagian kedua, beri pentul seperti di gambar.
Kemudian jahit dengan aturan mesin jahit seperti gambar di bawah ini. Saya menggunakan mesin jahit Janome-Harmony 2049. Corak/desain yang digunakan adalah corak zig zag (C), dengan jarak jahitan 1.5 dan ukuran jahitan 5.
| aturan mesin jahit |
Hasilnya seperti ini:
| jahitan resleting dg kain bagian pertama |
Lipatkan jahitan ke arah depan, sehingga sambungan tidak kelihatan, lalu jahitkan benar-benar di pinggir gigi resleting. Bagi memudahkan menjahit, gunakan sepatu khusus untuk menjahit resleting biasa. Cerita lebih lengkap sepatu tsb bisa dibaca di posting tentang Sepatu Mesin Jahit (2).Untuk lebih jelas, perhatikan gambar di bawah ini.
2. Selanjutnya sambungkan kain bagian pertama dengan resleting. Proses awal menjahitnya sama seperti penyambungan bagian kedua di atas. Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.
| penyambungan resleting (1) |
2. Selanjutnya sambungkan kain bagian pertama dengan resleting. Proses awal menjahitnya sama seperti penyambungan bagian kedua di atas. Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.
| penyambungan resleting (2) |
Berikutnya lipat sambungan tadi ke arah depan sampai menutupi resleting. Lihat gambar untuk lebih jelas. Kemudian jahit lurus sepanjang resleting, benar-benar di pinggir gigi resleting. Untuk ini, saya menggunakan sepatu mesin jahit yang dikenal sebagai piping foot. Lebih jelasnya bisa dilihat di Sepatu Mesin Jahit (3).
![]() |
| proses menjahit lipatan di depan |
Ini penampakan setelah kedua bagian disambungkan dengan resleting.
3. Proses selanjutnya adalah menyambung bagian depan dan bagian belakang sarung bantal. Bagian bagus bertemu, seperti gambar di bawah ini.
| proses penyambungan kedua bagian |
Lalu jahit keliling keempat sisi sarung bantal tsb, lebih kurang 1/2" atau lebih kurang 1.5 cm. Beri pentul seperlunya agar keduanya tidak bergerak/berpindah waktu proses menjahit dilakukan.
| menjahit keliling keempat sisi |
Dan ini penampakan setelah keempat sisi dijahit. Rapikan sisa-sisa kain yang berlebihan dengan memotongnya.
| penampakan setelah keempat sisi dijahit |
4. Selanjutnya, tanpa membalik sarung bantal yang telah dijahit keempat sisi tadi, jahitkan lapisan dalam (no.5), dengan meletakkan kain tersebut dibagian yang berresleting (bagian belakang sarung bantal).
| menjahit lapisan dalam |
Perhatikan gambar di bawah ini. Jahit dengan jarak biasa bagian yang bergaris putih. Bahagian yang bertanda biru (lebih kurang 4") dengan garis merah adalah bagian yang nanti akan ditetas. Untuk memudahkan melipatnya nanti, maka biasanya saya akan menjahit bagian ini dengan mengatur jarak jahitan ke angka yang paling besar (no. 4, di mesin saya). Teruskan menjahit keempat sisi dengan jarak jahitan biasa.
| bagian yg akan ditetas |
| proses tetas |
Kemudian, potong lebihan di sudut-sudutnya, seperti pada gambar di bawah ini. Ini bertujuan agar saat dibalik nanti tidak bergumpal-gumpal sudutnya. Sudut sarung bantal akan terbentuk cantik dan rapi.
| merapikan sudut |
5. Balikkan sarung bantal yang sudah selesai dijahit kelilingnya, dengan cara menolak ujung salah satu sudut ke arah lubang yang telah ditetas tadi. Tarik perlahan-lahan, sampai semua bagian sudah terbalik.
| proses pembalikan |
Rapikan sudut-sudutnya sampai benar-benar terbentuk dengan bagus. Gunakan batang kayu yang berujung tumpul, agar tidak koyak. Saya sering menggunakan bagian atas pensil kayu atau spidol.
| merapikan sudut2 |
| penampakan sambungan jahitan yg tersimpan rapi |
6. Selanjutnya, buka resleting dan balikkan sarung bantal seperti pada gambar. Gambar terakhir menunjukkan bagian belakang sarung bantal yang sudah rapi, selepas proses pembalikan selesai.
| membalik sarung bantal dr bukaan resleting |
| proses pembalikan |
| bagian belakang yg sudah rapi |
7. Proses berikutnya adalah menutupi lubang untuk membalik sarung bantal tadi. Terlihat pada gambar, kain lapisan dalam (kain putih) sudah terlipat dengan sendirinya. Inilah keuntungan kalau untuk jahitan lubang dijahit dengan jarak jahitan yang paling lebar & kemudian ditetas. Dengan demikian proses menutupnya dengan jahitan akan lebih mudah.
| lubang untuk membalik |
![]() |
| proses menjahit lubang |
1. Tusukkan jarum yang sudah dipasangkan benang pada ujung lubang di kain lapisan dalam (kain putih), yang sudah terlipat dengan sendirinya tadi. Pastikan ikatan ujung benang, tersembunyi dengan baik diantara lipatan tsb. Karena saya menggunakan benang biasa, saya gunakan dua lapisan benang.
2. Kemudian tusukkan jarum ke arah depan tusukan pertama tadi tegak lurus. Perhatikan gambar untuk lebih jelasnya. Lalu tusuk ke samping, di bawah sambungan jahitan keliling sarung bantal. Jangan tusuk di atasnya, karena jahitan akan kelihatan di sebelah luar nantinya. Jarak tusukan kira-kira 1/2 cm-1 cm.
3. Selanjutnya tusukkan pula jarum ke arah depan di sebelah kain putih lapisan dalam. Pastikan tusukan tersebut diantara lipatannya. Tusukan tetap harus tegak lurus. Ini bertujuan agar jahitan yang dihasilkan nanti benar-benar rapi & menutup lubang dengan baik.
4. Teruskan menjahit selang seling, sampai seluruh lubang tertutup. Jenis jahitan ini dikenal dengan sebutan invisible stitch atau ada juga yang menyebutnya hidden stitch. Pada prinsipnya kedua-duanya mempunyai makna yang sama, yaitu jahitan yang tidak terlihat. Jahitan yang dihasilkan nanti akan kelihatan seperti sambungan jahitan yang kita lakukan dengan mesin.
Inilah hasil jahitan untuk menutup lubang tsb. Bagaimana? Rapikan? Seperti sambungan yang kita lakukan dengan mesin jahit.
| lubang yg sudah tertutup rapi |
8. Beginilah hasil sarung bantal yang telah siap. Sangat rapi dengan resleting dan sambungan jahitan yang tersembunyi.
| sarung bantal yg telah selesai |
Alhamdulillah selesai sudah tutorial menjahit sarung bantalnya. Semoga bisa jadi referensi dan inspirasi tambahan buat siapa saja yang memerlukannya. Kalau ada yang kurang jelas silakan tinggalkan pesan di ruangan komentar. Insyaallah saya akan jawab sesuai kemampuan...^^...


