SELAMAT DATANG...

... selamat datang ke ONE STOP CRAFT.... blog yang menjadi tempat saya menyuntik inspirasi untuk lebih kreatif, aktif, produktif, dan inovatif, tidak hanya untuk diri pribadi, tetapi juga untuk semua yang meminati ketrampilan (craft) ....

Friday, March 21, 2014

CARA MEMASUKKAN TALI SERUT GANDA (Drawstring)


Salam semuaa...
Kali ini, saya kongsikan tentang cara memasukkan tali ganda untuk diserut. Biasanya kita memakai tali dengan cara ini untuk membuat drawstring bag. Namun ada juga kreasi-kreasi lain yang menggunakan teknik memasukkan tali seperti ini. 

Disebabkan seringnya saya lupa bagaimana caranya setiap membuatnya, maka posting ini saya tulis. Saya berharap disamping sebagai arsip pribadi, juga bisa membantu teman-teman lain yang mungkin punya masalah yang sama dengan saya.

Perhatikan gambar sederhana dibawah ini, yang saya gambar sendiri lalu difoto dan kemudian diedit menggunakan Photoscape yang free of charge... ^^..hehehe..  


cara memasukkan tali ganda


Saya bedakan warna talinya, agar mudah dipahami ke arah mana tali tersebut ditarik. Untuk memasukkan tali ini bisa menggunakan peniti atau pun loop tuner.

Ini adalah dasar memasukkan tali ganda, yang umum dipakai untuk semua kreasi yang menggunakan tali dua seperti ini. Kadang-kadang bentuk tasnya tidak persegi seperti yang saya contohkan di sini, tapi prinsip memasukkan talinya tetap sama.

Ok...semoga bermanfaat yaa...^^ 


MENGENAL SI "LOOP TURNER"


Setelah menekuni bidang jahit menjahit ini lebih dalam, ternyata banyak sekali alat dan peralatan yang dicipta untuk memudahkan kerja seorang crafter. Saya akan perkenalkan salah satunya di sini. Nama alatnya adalah "LOOP TURNER". Bentuknya seperti gambar di atas. Bagian-bagiannya terdiri dari:

1. batang besi, 
2. lubang penarik
3. penyangkut
4. penekan penyangkut.

Perhatikan gambar berikut ini untuk lebih jelas:


bagian2 loop turner

Sementara ini, saya baru menemui dua fungsi utama alat ini. Berikut ini saya jelaskan satu persatu.

1. Membantu memasukkan tali.

Dulu, sebelum mengenal alat ini, saya menggunakan peniti untuk memasukkan tali, bila ingin membuat tas serut, atau tali untuk sarung guling. Kejadian yang sering terjadi, peniti terbuka di tengah-tengah, sehingga susah untuk menyambung memasukkan talinya. Naaah...salah satu fungsi alat ini adalah untuk mempercepat proses memasukkan tali tsb. Cara-caranya bisa dilihat berikut ini.

Pertama sekali masukkan loop turner ke lubang jahitan yang telah dipersiapkan untuk tali sampai ke ujung lubang yang satu lagi.



masukkan loop turner dari lubang

ujung loop turner muncul di ujung lubang berikutnya

Kemudian, sangkutkan tali di cangkuk penyangkut (bagian 3) dan tutup sambil menekan penutup penyangkutnya (bagian 4). Perhatikan gambar ini: 

menyangkut tali di cangkuk penyangkut

Kemudian tarik perlahan-lahan tali sampai ke ujung yang pertama. Gambar di bawah ini memperlihatkan proses tersebut. Tali pun selesai dimasukkan.

menarik tali perlahan-lahan

sampai ke ujung lubang yang pertama

Fungsi yang sama juga bisa dilakukan untuk menarik masuk karet pinggang rok atau apa saja jahitan yang menggunakan karet.

2. Membantu membalik jahitan tabung (a fabric tube).

Saya pernah poskan prosesnya di Tutorial Ketupat Palas Coin Pouch, tapi tidak ada salahnya saya tambahkan di sini juga. Perhatikan gambar berikut ini:


membalikkan kain dg loop turner

Pertama sekali, seperti biasanya masukkan loop turner ke dalam lubang jahitan tabung sampai ke ujung lubang yang satu lagi. Lalu sangkutkan sedikit bagian kain di penyangkut (bagian 3), tutup dengan penekan penyangkut (bagian 4) dan kemudian tarik perlahan-lahan lubang penarik (bagian 2),  sambil memegang batang besi (bagian 1) sampai ke ujung pertama. Tarik sampai semua bagian habis terbalik. Jahitan tabung kita pun selesai dibalik dan siap digunakan. Membalik menggunakan loop turner sangat menolong apalagi bila tabung kainnya berukuran kecil.

Demikian dua fungsi utama loop turner yang sering saya praktekkan. Semoga dapat menambah referensi teman-teman tentang alat-alat craft yang bisa mempermudah kerja.

*maaf, ada kesalahan penulisan di gambar, tertulis "loop tuner", seharusnya "loop turner".

Wednesday, January 29, 2014

TUTORIAL "KETUPAT PALAS" COIN POUCH



Salam semua...
Kembali ngeblog...^^. Posting pertama di tahun 2014. Kangeeen ngeblog lagi, setelah di ujung tahun lalu disibukkan dengan kegiatan yang cukup padat, sehingga tidak berkesempatan menulis. Alhamdulillah, hari ini kembali dengan tutorial "Ketupat Palas" Coin Purse. 

Kreasi ini adalah salah satu yang saya buat dalam #30dayscraftchallenge. Kenapa saya namakan "Ketupat Palas"? Karena bentuknya menyerupai ketupat palas, salah satu makanan tradisional dari Kedah, Malaysia. Daun Palas adalah sejenis daun palem, yang di Indonesia dikenal dengan nama Palem Kipas. Bisa lihat di Wikipedia untuk lebih lanjut keterangannya, karena kita bukan mau cerita tentang itu, di sini...^^. Adapun bentuk ketupat palas itu adalah seperti gambar berikut ini.  Gimana? Mirip kan?^^



Sumber foto dari Google.

Ok..kita stop cerita tentang ketupat palas..!! Kembali ke fokus utama kita, belajar membuat coin pouch. Tutorialnya, pertama sekali saya lihat di Craft Passion. Cumaaa... di situ jahitnya semua menggunakan jahitan tangan... Aduuuuh...ngak demen saya jahit ginian pake tangan...hahahah. Jadi peras otak...tuing..tuing...akhirnya diputuskan..jahit pakai mesin aja...hahahah..dan akhirnya jadilah tutorial ini. Untuk teman-teman yang mau mencoba dengan jahitan tangan, silakan berkunjung ke link tsb. Baiklah..kita mulai yaa..^^

========================================================================



========================================================================

Bahan yang perlu dipersiapkan:


- 1 pc resleting plastik berukuran 20 inci 
- 1 pc pita dengan lebar 1 inci atau 1.5 inci panjang 20 inci
- 1 pc pita  untuk tangkai dengan lebar 1/2 inci panjang 6 inci
(untuk jenis pita, bisa pita apa saja, seperti pita satin, grosgrain, dll)
- 1 pc kain untuk lapisan dalam lebar 2.5 inci panjang 20 inci
- Benang jahit


Cara menjahitnya adalah sebagai berikut:

Beri tanda mulai dari besi di ujung bawah resleting ke arah depan, dengan jarak 2.75 inci dan kemudian letakkan pita seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Lipat ujung pita ke dalam agar serat pita tidak keluar.




Lengkung/lipatkan pita seperti yang ditunjukkan di gambar ke arah berlawanan dengan bagian permulaan tadi. Jelujur kasar bahagian ini, agar tidak mudah bergeser saat dijahit mesin nanti.




Sementara itu, tukar sepatu mesin dengan sepatu untuk menjahit resleting. Untuk ini saya menggunakan resleting dwi fungsi yang biasa digunakan untuk jahit bisban/bisban tulang/piping foot. Untuk info lebih lanjut tentang sepatu ini bisa dilihat di sini.   




Hanya putarkan mur hijau untuk menggeser lempengan besi untuk mengatur jarak jahitan resleting yang diinginkan. Perhatikan gambar di bawah ini.  



Jahit perlahan-lahan pita dengan resleting sampai ke bahagian lengkungan. 




Untuk bahagian yang melengkung ini, rekatkan pita dengan resleting dengan jahitan tangan. Bisa menggunakan jenis jahitan tersembunyi. Untuk tahu caranya, kunjungi link ini.


Kemudian, lanjutkan lagi menjahit bagian seterusnya dengan jahitan mesin. Perhatikan ilustrasi di gambar bawah ini untuk lebih jelasnya.



Jahit sampai bagian pita paling ujung. Hasilnya terlihat seperti gambar ini. 


Buka resleting sampai habis ke ujungnya.



Kemudian tarik bagian resleting yang belum terjahit sambil digulung,  mengikuti arah pita di sebelah yang belum terjahit juga. Proses dimulai dari bagian pertama sambungan. Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelasnya.



Seperti sebelum ini, bagian yang melengkung dijahit dengan jahitan tangan. Lihat gambar yang disediakan di bawah ini.



Seterusnya, jahit dengan mesin kembali sampai seluruh pita terjahit dengan resleting.


Hasilnya akan terlihat seperti ini.


Perhatikan baik-baik gambar berikut ini. Terlihat ada garis putus-putus berwarna biru (agak kurang jelas ternyata pake warna biru ...:(...hiks...). Maaf yaa....^^. Garis tersebut menunjukkan arah penyatuan bagian resleting yang tidak merekat dengan pita.  



Tarik resleting tersebut sampai ujungnya bertemu dan penampakannya akan  terlihat seperti pada gambar berikut. Jelujur kasar dulu untuk memudahkan menjahitnya nanti. Bahagian yang melengkung tetap dijahit dengan jahitan tangan. Sementara sisanya dijahit dengan mesin. 



Berikutnya, selipkan pita untuk tali di bagian pertemuan ujung resleting tadi. Pentulkan agar tidak bergerak-gerak waktu dijahit nanti. Untuk lebih mudah, bisa dijelujur kasar terlebih dahulu.



Kemudian sambung kembali dengan jahitan mesin. Saya tunjukkan sedikit penampakan sepatu ini. Di kiri dan kanan sepatu tersebut, ada bagian yang berlubang, yang akan sangat memudahkan kita. Jadi, perubahan kedudukan lempengan besi tidak akan membahayakan jarumnya, karena di kedua belah sepatu ini ada lubang untuk memposisikan jarum dengan tepat.




Beginilah hasil akhir setelah semua bagian dijahit. Gambar pertama menunjukkan keadaan sambungan dari depan. Sedangkan gambar berikutnya memperlihatkan keadaan sambungan dari belakang. 




Beginilah keadaan keseluruhannya.


Cobalah tutup resleting perlahan-lahan.


Daaan...akhirnya jadilah si "ketupat palas" coin pouch kita...^^


Untuk merapikan bagian dalam,tutup dengan kain seluruh bagian. Caranya adalah dengan melipat kain pelapis secara terbalik, maksudnya bagian bagus kain bertemu. Kemudian jahit pinggirannya lebih kurang 1/4 inci. Jadinya seperti pada gambar berikut ini.


Lakukan proses pembalikan dengan menggunakan loop tuner. Kalau tidak ada, bisa menggunakan pensil atau pen. Balikkan perlahan-lahan, seperti yang ditunjukkan di gambar berikut.



Bila sudah dibalik dengan sempurna, kemudian disetrika agar rapi. Posisikan sambungan kain berada di tengah. Kain lapisan dalam akan terlihat seperti ini. 



Ujungnya, dijahit tangan sambil membentuknya melengkung. Perhatikan gambar. 


Selanjutnya, gabungkan lapisan dalam dengan bagian luar. Jahit perlahan-lahan sampai semua bagian terjahit dengan rapi. Saat menjahit ini, saya terbalik memposisikan lapisan dalam tersebut. Seharusnya bagian yang ada sambungan jahitannya berada di bawah, jadi tidak akan kelihatan. Tapi, itu bukan masalah besar...^^..



Beginilah penampakan saat sudah diberi lapisan dalam.


Daaann...beginilah hasil akhirnya...^^. Mudahkan membuatnya...? Ayoo..teman-teman dicoba. Pouch ini tidak hanya bisa diisi koin, tapi juga bisa diisi barang-barang perhiasan, seperti bros atau cincin.



Alhamdulillah...selesai sudah tutorial ini. Daan semakin lama saya semakin  terbiasa untuk menulis tutorial. Semoga ke depannya akan lebih banyak lagi tutorial yang bisa saya kongsikan di blog ini.

Selamat berkreasi teman-teman. Semoga tutorial ini mudah diikuti yaa. Terima kasih untuk kalian semua, yang selalu memberi suport positif untuk saya terus berbagi ilmu. 

Happy Crafting...^^




Thursday, December 5, 2013

HAND APPLIQUE GAYAKU...^^

Bismillahirrahmannirrahim...
Akhirnya, berkesempatan juga untuk memulai menyusun tutorial hand applique. Panjang sangat waktu yang diperlukan untuk sampai ke sini. Mudah-mudahan tutorial ini bisa membantu teman-teman yang ingin mengenal aplikasi dengan jahitan tangan. Terutama temanku Lena, dan Echa yang dengan penuh sabar menunggu begitu lama...^^.

Sebelum itu, siapa yang ingin mengetahui cerita singkat tentang aplikasi, bisa membacanya ulang di link ini. Tutorial kali ini adalah hand applique dengan jahitan tersembunyi atau dikenal juga dengan sebutan blind stitch. Ok..saya mulai yaa tutorialnya...



 


1. Pertama sekali. siapkan gambar yang ingin kita jadikan aplikasi. Pola gambar bisa kita lukis sendiri, bisa juga kita dapatkan dari website. Salah satunya bisa dilihat di sini. Beratus bahkan beribu pola bisa didownload di situ dan yang terpenting graaatiiiis....^^!!. 

Sewaktu mula-mula kenal applique, saya juga banyak mendapat pola-pola dari situs tsb. Tapi, lama kelamaan, saya mulai membuat sendiri pola yang akan dijadikan aplikasi. Untuk contoh pola yang dibawah ini, saya dapat dari sebuah buku craft keluaran Cina, yang kemudian saya modifikasi dengan membesarkannya. Karena di buku tsb tidak disertakan pola yang bisa lansung dipakai, hanya foto produk-produk yang telah siap menggunakan pola itu. Jadi, saya menggambar sendiri di kertas dan disesuaikan besar dan letaknya dengan kreasi yang akan dibuat. Waktu itu saya akan membuat mug rug untuk craft swap Quilting Gallery.

Ini contoh polanya. Beri nomor pada setiap bagian aplikasi itu, sesuai urutan jahitannya. Lihat juga garis putus-putus berwarna kuning dan biru. Itu menunjukkan pola berada di bawah pola di atasnya. Aplikasi bernomor 1`(daun) berarti dijahit pertama sekali nantinya. Yang bernomor 2, aplikasi kedua yang dijahit. Begitu seterusnya sampai semua habis terjahit. 

contoh pola aplikasi
contoh pola aplikasi

Setelah gambar siap, pilih kain-kain yang akan dipakai. Kombinasikan warnanya dengan baik. Saya lebih suka memakai katun amerika untuk aplikasi tangan dengan teknik ini. Karena tekstur kainnya yang lembut walaupun tebal.

Siapkan juga jarum dan benangnya. Ada berbagai merk jarum dan benang untuk hand quilting/applique. Untuk benang ada yang campuran poly dan cotton, ataupun 100% cotton, bahkan ada juga yang terbuat dari sutra. Sedangkan untuk jarum pula disamping aneka merk yang ada di pasaran, ada berbagai ukurannya. 

Jarum yang dikhususkan untuk quilting/patchwork/applique, biasanya ujungnya tajam & halus. Ini sangat penting untuk memudahkan proses menjahit dilakukan. Dengan ujung yang demikian, kain tidak mudah rusak hanya karena ujung jarum yang tumpul. Benang yang dikhususkan untuk hand quilting pula, teksurnya lebih kaku & dilapisi wax yang menguatkan benang, sehingga benang tidak mudah putus & bersimpul. Pada akhirnya jahitan aplikasi akan tahan lama.

Saya biasanya memakai jarum & benang seperti gambar di bawah ini. Benang merk COATS yang merupakan campuran 68% polyster 32% cotton. Sedangkan jarumnya keluaran DMC khusus untuk patchwork, nomor 7-9. Saya suka jarum ini karena pendek, agak tebal, tapi tetap mempunyai ujung yang runcing. Saya pernah memakai jarum merk lain (Clover), yang agak lebih panjang & tipis, tapi mudah patah di tangan saya...^^.. Disamping itu benang & jarum yang saya pakai sekarang adalah yang paling murah diantara kawan-kawannya yang lain. Hahahaha....^^. Itu yang terpenting kaaan???





Ok...terlalu panjang sudah saya bercerita tentang benang dan jarum...kita lanjutkan tutorialnya.

2. Langkah berikutnya, pindahkan pola yang telah ada, dengan menjiplaknya ke kertas roti/transfer paper terlebih dahulu. Kenapa kertas roti? Karena kertas tsb tipis jadi pola akan terlihat jelas waktu proses penjiplakan.

memindahkan pola ke kertas roti
memindahkan pola ke kertas roti

3. Kemudian potong ke semua bagian yang telah digambar dan gambarkan ke karton. Saya biasanya memakai karton dari kotak pembungkus biskuit, atau kotak apa saja yang tidak terlalu tebal dan tidak pula terlalu tipis. Gunting pola tsb dan simpan dalam plastik. Pola ini bisa digunakan kapan saja kita perlu. 



pola karton yg telah siap
pola karton yg telah siap

4. Sebelum itu, jangan lupa berikan tanda yang diperlukan, misalnya bagian depan atau belakang, atas atau bawah. Ini dibuat agar kita tidak keliru melakukan proses berikutnya. Karena banyak juga pola yang memiliki mirror effect, yaitu efek terbalik seperti cermin. Misalnya pola kelopak bunga menghadap ke kiri, maka saat menjiplak ke kain, pola karton harus dibalikkan arahnya, supaya sesuai dengan pola yang akan dijahit ke kain dasar.

pemberian tanda pada pola karton
pemberian tanda pada pola karton
5. Selanjutnya, pindahkan pola bagian per bagian ke kain. Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelasnya. Untuk teknik aplikasi cara ini, pola dijiplak di bagian belakang kain (wrong side).


pemindahan pola ke kain
pemindahan pola ke kain 
Pada gambar, bagian tengah adalah pola karton. Garis kuning menunjukkan garis jiplakan pola. Sedangkan garis putih adalah garis potongan kain. Iya, saat memotong, lebihkan kain kira-kira 1/4" atau 1/2cm untuk lipatan nantinya. Kemudian perhatikan garis potongan di ujung pola yang lancip. Potongan dibagian ini haruslah lurus mendatar, seperti pada gambar, bukan mengikuti lancipnya pola. Nanti di bawah saya akan jelaskan lebih lanjut.

6. Sementara itu, siapkan kain dasar untuk meletakkan aplikasi. Saya biasanya memilih kain yang berwarna putih atau krim dengan corak transparan. Jenis kain ini biasa disebut "tone on tone fabric". Tapi, kain-kain jenis lain pun bisa digunakan.



kain dasar
kain dasar

Jiplak pola keseluruhan ke kain dasar atau gambar dengan meletakkan pola karton bagian per bagian sesuai contoh gambar, seperti yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini. Untuk menggambar pola ke kain, gunakan spidol khusus untuk itu, yang disebut water erasable pen. Setelah proses menjahit selesai nanti, maka spidol ini dengan mudah dapat dihilangkan menggunakan air. Hanya dijirus dengan air biasa saja. 



menggambar pola keseluruhan pd kain dasar
menggambar pola keseluruhan pd kain dasar



7. Kembali ke persiapan kain aplikasi. Gambar di bawah menunjukkan kain aplikasi yang telah siap dipotong. Perhatikan potongan di setiap ujung lancip. Potongan harus lurus mendatar, seperti yang telah dijelaskan sebelum ini.



potongan datar ujung yang lancip
potongan datar ujung yang lancip

potongan kain aplikasi
potongan kain aplikasi

8. Langkah selanjutnya, klip (potong kecil-kecil) keliling kain aplikasi dengan jarak kira-kira 1/4"-1/2". Proses ini dibuat pada bagian-bagian yang melengkung, seperti bentuk daun misalnya. Tujuannya adalah untuk memudahkan saat melipatnya sebelum dijahit. Untuk proses ini, gunakan gunting kecil yang berujung runcing dan tajam. Jadi, kawasan yang akan terpotong tidak terlalu besar, hanya sepanjang ujung gunting.

klip keliling kain aplikasi
klip keliling kain aplikasi

aplikasi yang sudah diklip
aplikasi yang sudah diklip

9. Beri bentuk kain-kain aplikasi tersebut, dengan meletakkan pola karton di dalamnya, lalu disetrika lebihan kainnya ke arah dalam, seperti ini. 


melipat lebihan kain sesuai pola karton
melipat lebihan kain sesuai pola karton

Selain disterika, penekanan lipatan kain tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut finger presser seperti ini:


finger presser & cara penggunaannya
finger presser & cara penggunaannya

10. Untuk bentuk-bentuk yang bulat atau lonjong keseluruhannya, saya lebih suka melakukan proses seperti di gambar berikut. Pertama sekali kain aplikasi dijelujur agak rapat sekelilingnya.

proses jelujur pola bulat/lonjong
proses jelujur pola bulat/lonjong

Masukkan kembali pola karton ke dalam kain aplikasi dan tarik perlahan jelujuran sampai membentuk pola karton. Perhatikan dua gambar berikut.



pola karton dimasukkan ke dlm kain
pola karton dimasukkan ke dlm kain

jelujuran ditarik
jelujuran ditarik
Hasil akhir setelah jelujuran ditarik adalah seperti ini:



aplikasi yg telah siap ditarik jelujurnya
aplikasi yg telah siap ditarik jelujurnya
Agar bentuknya tetap bertahan sampai proses menjahit selesai, setrika jelujuran aplikasi tsb.


penyetrikaan kain aplikasi yg dijelujur
penyetrikaan kain aplikasi yg dijelujur

Kemudian keluarkan  kembali pola karton dan aplikasi pun siap dijahit, seperti di bawah ini:

aplikasi yg siap dijahit
aplikasi yg siap dijahit 

11. Mulaikan proses menjahit. Jahit bagian per bagian. Sebelumnya beri pentul di bagian yang diperlukan saja, seperti terlihat di sini. Tidak perlu meletakkan pentul ke sekeliling, karena akan menghambat proses menjahit nanti. Bentuk yang dijahit pun tidak akan rapi. Mungkin akan berlekuk-lekuk bersegi-segi untuk bagian yang melengkung, misalnya, karena terlalu kaku dengan pentul-pentul tsb.

proses menjahit
proses menjahit


proses menjahit
proses menjahit

proses menjahit
proses menjahit
proses menjahit
proses menjahit
Untuk lebih jelasnya, saya telah siapkan video cara menjahit aplikasi dengan teknik jahitan tersembunyi atau blind stitch. Perhatikan baik-baik...


video cara menjahit aplikasi 

Ok...mudah-mudahan bisa diikuti dengan baik yaa...(first time upload video di blog...heheheh).

Siapkan menjahit seluruh aplikasi. Untuk mendapatkan bentuk yang bagus dan rapi, kadang-kadang kita perlu menolak kain dengan jarum ke dalam. Cara ini terutama perlu dilakukan pada bentuk yang melengkung, agar lengkungannya benar-benar lengkung, tidak bersegi-segi. Karena itulah, seperti saya uraikan sebelum ini, tidak perlu meletakkan pentul ke seluruh bagian, sebab akan membuat kita terpaku dengan bentuk yang sudah dipentul tsb. Biarkan semuanya bebas. Pentul hanya untuk melekatkan sekedarnya saja.

12. Berikut ini saya tunjukkan gambar untuk menjahit bagian ujung yang runcing. Sudah disebutkan di atas tadi, bahwa di ujung yang lancip, kain untuk lipatan dipotong lurus mendatar. Ini bertujuan agar bentuk runcing yang terbentuk bagus dan benar-benar runcing. perhatikan ini!  

menjahit bagian yg runcing
menjahit bagian yg runcing

13. Untuk mengakhiri jahitan, perhatikan dua gambar berikut ini. Buat bulatan benang seperti gambar nomor 1, lalu masukkan jarum ke lubang tsb (no.2), sehingga terbentuk simpul. Tusuk jarum di tempat yang sama ke arah aplikasi (no.3 & 4). Pastikan semua proses itu tidak tembus ke belakang kain dasar. Hanya ditengah-tengah bagian dalam kain aplikasi. 

mengakhiri jahitan (1)
mengakhiri jahitan (1)
Kemudian gulung benang di jarum, seperti bullion knot (no. 5), tarik ke bawah jarum dan tusukkan kembali di tempat yang sama (no. 6) ke arah depan. Tetap pastikan, benang tidak tembus ke kain dasar (no. 7). Lalu tarik kuat dengan hati-hati sampai simpulan tersimpan di dalam & tidak kelihatan di atas aplikasi (no. 8). 

mengakhiri jahitan (2)
mengakhiri jahitan (2)

14. Akhirnya jahitan aplikasi kita pun selesai...^^. Kita bisa menambahkan aksesoris apa saja yang kita inginkan untuk aplikasi. Seperti contoh, saya tambahkan sulaman tangan untuk urat-urat daun. Silakan kreasikan apa saja yang menurut teman-teman bagus dan indah. 

aplikasi yg telah selesai
aplikasi yg telah selesai

Alhamdulilah, syukur yang tidak terhingga, berhasil juga saya menyelesaikan tutorial ini. Tertunailah salah satu janji saya dengan teman-teman. Semoa tutorial ini menolong bagi siapa saja yang mau mulai mengenal hand applique. Komentar dan pertanyaan atau bahkan kritikan (yang membangun, tentunya..!!), sangat saya harapkan untuk perbaikan mutu penulisan tutorial saya yang berikutnya.

Terima kasih buat semua yang terus mendukung tak henti-henti...!!!