SELAMAT DATANG...

...selamat datang ke ONE STOP CRAFT....blog yg menjadi tempat saya menyuntik inspirasi utk lebih kreatif, aktif, produktif, & inovatif, tdk hanya utk diri pribadi tapi juga utk semua yg meminati ketrampilan (craft)....

Saturday, April 21, 2012

Misi Terbesar...

Salam jumpa...

Kembali lagi dengan entri baru hari ini. Lagi panas ni, kayak pisang goreng yang baru diangkat dari kuali...hehehe.  Ok, hari ini saya ingin berbagi satu lagi kreasi yang menjadi misi besar saya 2 tahun lalu. Membuat satu set sarung bantal dengan applique untuk menghiasi rumah keluarga saya di Banda Aceh.  Set ini terdiri dari 7 sarung bantal dengan corak pola bunga yang berlainan + alas mejanya. Tapi, yang baru siap dipajang hanya sarung bantal kursinya. Alas meja masih in progress...:(. Insya Allah tidak lama lagi semua selesai...:). Berikut saya tunjukkan ke 7 sarung bantal itu. Ini dia...







Selama sebulan bercuti di Banda Aceh waktu itu, semua bekerja sama untuk menyelesaikan projek besar itu sebelum saya pulang ke KL. Ibu saya, Ibu Syamsidar, begitu semangat untuk bantu menjahit. Karena sulam menyulam,  merajut, cross stitch/strimin adalah hobi mamak sejak muda. Berbagai produk jahitan sudah mamak buat. (Insyaallah di entri-entri yang akan datang akan saya share dengan semua). Ini sarung bantal yang mamak jahit:






Untuk kerapian jahitan, mamak memang top. Berkali-kali juga jahitan blind stitchnya dibuka, karena tidak rapi di mata beliau...hehehe. Untung kain yang digunakan adalah kualitas tinggi, jadi tidak menjadikan kain rusak & hancur. Salut mak!!!


 Tidak ketinggalan adik-adik saya, Adek & Deknong. Walaupun Adek kurang berminat dengan jahit menjahit, tapi dia sangat menghargai apa yang kami buat.  Karena minat dia lebih kepada masak memasak, maka itulah bagian dia...menyediakan makanan untuk mengisi perut kami...hahahaha...tepat waktu...tqvm Dek..:). 


Deknong, adek bungsu saya, memang punya minat yang tinggi dengan hobi jahit menjahit. Di sela-sela waktu dia yang suuuuppperr sibuk, masih menyempatkan menyiapkan satu sarung bantal. Ini dia:




Walau jahitan masih kurang bagus, tapi dia juga orang yang perfeksionis, sama dengan mamak...dia juga berkali-kali membuka jahitan sampai dia puas dengan kerapian jahitannya. Good job Dng...!!!


Jahitan selebihnya, saya yang menyiapkannya. Ini dia:








Sangat menarikkan? Inilah beda applique zaman sekarang. Kalau dulu, emak-emak kita cuma pakai kain katun biasa berwarna biru. Sekarang, aneka warna & corak kain katun bisa kita jumpai. Tapi berdasarkan pengalaman saya, kain katun amerika inilah yang paling memuaskan hati. Warnanya terang-terang, pilihannya banyak, corak kainnya pun sesuai untuk berbagai bentuk applique yang ingin kita buat.  Sebab utama lagi, jenis katun ini begitu lembut, walau tebal & sangat mudah untuk dijahit, apalagi untuk hand applique. (Teman-teman, sekedar informasi nii...sebagian besar katun amerika pabriknya di Indonesia!!! Heheheh...tapi, karena dikeluarin dari Amerika, akhirnya disebut katun amerika...ckckckck...). 


Saya pernah mencoba memakai kain katun yang ada di toko-toko kain biasa, agak susah untuk menjahitnya. Keras & tidak lembut, walaupun sudah menggunakan jarum khusus untuk applique yang tajamnya bukan main. Mungkin kalau untuk machine applique akan lebih ok. Saya perlu mencobanya nanti...:)


Ok, rasanya cukup informasi untuk hari ini yaa...semoga bisa jadi masukan buat semua yang berkunjung ke blog ini...:)
See u...

Thursday, April 19, 2012

Kreasi Applique Pertamaku

Jumpa lagi...
Applique adalah salah satu ketrampilan yang sangat saya sukai. Meskipun pada mulanya jahitan sangat jelek & tidak rapi. Saya mempelajari applique dengan intensif sejak 3 tahun lalu dibawah bimbingan Cikgu Rohana Saadan, tante suamiku. Dari jahitan yang hancur & jauh sekali dari rapi sampai akhirnya jahitan saya mencapai kualitas yang rapi & cantik. Prinsip-prinsip menyulam dengan tangan yang sudah saya pelajari dari ibu sejak remaja sangat menolong saat ini. 

Jenis applique yang saya pelajari pertama sekali adalah hand applique/aplikasi jahitan tangan. Teknik yang dipakai adalah teknik jahitan blind stitch & blanket stitch. Berikut ini saya tampilkan hand applique pertama saya yang menggunakan 2 teknik itu.

Ini adalah alas meja makan. Perhatikan dengan teliti jahitan blind stitchnya masih sangat kasar, masih nampak benangnya.



Gambar selanjutnya di bawah ini semua menggunakan jahitan blanket stitch. Juga masih kasar & agak asal-asalan. (Hehehehe...malu lihatnya...tapi, inilah evolusi jahitan saya mulai 3 tahun lalu!!)






Ini pula kreasi applique untuk hiasan dinding. Perlu waktu yang lama untuk menyiapkannya saat itu. Berkali-kali harus dibuka karena tidak rapi & bulu kain keluar. Tapi, alhamdulillah..akhirnya siap juga dengan jahitan yang lebih improve dari jahitan pertama. Ayoo...coba perhatikan foto berikut ini..:)


Berikutnya Hawaiian Applique yang pertama saya buat...ini coraknya..:)


Sepertinya cukup ya pengenalan terhadap kreasi applique pertama saya. Semoga bisa jadi pendorong semangat untuk teman-teman yang baru mulai mengenal applique & jahitannya masih amburadul. Coba, coba, dan coba, itulah kuncinya. Jadi jangan putus asa! Banyakkan lagi menjahit, insyaallah jahitan akan semakin baik hari ke hari. Ok...caiyyyo...!!!

Mengenal Applique

Salam jumpa kembali. Ternyata sangat menyenangkan berbagi cerita di blog. Apalagi kalau yang diceritakan itu adalah hal-hal yang digemari & diminati ramai orang. Kali ini saya akan paparkan cerita tentang ketrampilan lain yang saya minati, APPLIQUE. 

Applique dalam bahasa Indonesia sering disebut SULAM TEMPEL/APLIKASI dan bahasa Melayunya disebut SULAM TAMPAL. Dari beberapa website yang saya baca disebut bahwa kata APPLIQUE, berasal dari bahasa Perancis APPLIQUER (Ing= to put on/Ind= menempatkan). Lihat lebih lanjut sejarah applique di http://www.ehow.com/about_6452879_history-applique-work.htmlhttp://www.quiltqua.com/articles/history-applique/,atau di http://straw.iatp.by/docs/applikacia/hist.ap_E.htm. Dekorasi applique tertua yang sekarang dipamerkan di museum dibuat sekitar abad 18/19. Di banyak tempat applique berkembang dengan berbagai teknik & pola. 

Dua teknik applique yang saya kenal adalah hand applique & machine applique. Hand applique biasa dibuat dengan menggunakan jahitan sembunyi/blind stitch dan jahitan feston/pagar/blanket stitch. Sedangkan machine applique biasanya menggunakan jahitan bordir/embroidery/satin stitch. Saat ini sudah ada mesin yang mempunyai corak untuk blanket stitch, jadi machine applique juga dapat dibuat dengan blanket stitch.

Secara pribadi saya sudah mengenal applique/sulam tempel dari koleksi sprei/cadar/bed sheet yang diberikan ibu ke saya. Kondisinya masih bagus sampai sekarang, walaupun saya perkirakan umurnya sudah lebih 1/4 abad, malah mungkin sudah 1/2 abad. Menurut cerita ibu saya, sprei itu dijahit oleh Om saya, adik ibu saya (aneh kan? ternyata om saya juga suka sulam menyulam...hehehe). Pola yang dijahit saat itu bentuk daun keladi berwarna biru yang ditempel mengunakan tusuk feston/blanket stitch di atas kain putih, yang kemudian ditambah dengan sulam tangan dengan pola batang/stem stitch. Belakangan saya ketahui, saat itu, di Malaysia juga sangat popular pola demikian. Berikut saya tunjukkan sprei sejarah itu untuk semua.




 Ada bahagian yang saya tandakan hijau hitam di bawah ini adalah hiasan renda katun/cotton lace yang masih bagus sampai saat ini (kurang jelas yaa??) Saat ini susah kita dapatkan renda katun dengan kualitas yang tinggi. Kalau ada pun harganya cukup mahal di Malaysia, mungkin tidak di Indonesia...:).




Ok..sampai disini dulu pengenalan tentang applique yang saya ketahui. Di entri-entri yang akan datang saya akan kongsikan kreasi applique yang saya buat. Ok..see u soon..:)



Wednesday, April 18, 2012

Aneka Kreasi Paper Quillingku

Pada mulanya, saya agak kurang meminati quilling, karena saat pertama membuatnya, lingkaran yg terbentuk tidak memuaskan. Disamping itu terlalu susah utk menggulung kertas dengan ukuran kecil & menjadikannya rapi. Tapi, setelah mengikuti kelas dasar quilling seperti yang telah saya ceritakan di entri sebelum ini, menggulung kertas menjadi sangat menyenangkan. Hal ini juga disebabkan pengunaan peralatan yang sesuai. Ternyata berguru secara lansung itu memang WAJIB. Karena dengan itulah kita dapat memahami teori dengan lebih baik. 

Seperti yang dijanjikan, berikut ini saya akan tampilkan beberapa kreasi quilling yang sudah dibuat. 


Diantaranya yang ini:


Kartu ini adalah kartu ucapan perpisahan untuk Kepala Sekolah/Guru Besar sekolah anakku, Azizah Aini, yang ditugaskan ke sekolah lain. 



Sedangkan yang ini,adalah cenderamatanya; cosmetic pouch yang ditambah gantungan kunci yang dibuat dari karton tebal bekas kotak, yang kemudian dihiasi dengan bunga quilling. 



Ini pula, pesanan kawan-kawan Azizah, kartu ulang tahun dengan bunga & balon.






Sementara aneka kreasi berikut adalah kartu ucapan Selamat Hari Guru dari Azizah untuk guru-gurunya, tahun lalu. Silakan menjamu mata yaaa...Azizah pun ikut membantu membuatnya. Hobby yang sangat menyenangkan.




















Memang ajaib & menakjubkan kertas bisa menghasilkan kreasi yang unik & menarik. Cobalah...:)


Mengenal Paper Quilling

Paper Quilling sebenarnya sudah kita kenal dari kecil lagi. Saat kita di taman kanak-kanak/tadika, bu guru  sudah mengajarkan kita untuk menggulung-gulung kertas & ditempelkan di karton manila. Atau kadang-kadang digulung & disambung-sambung utk dijadikan gelang, kalung atau untuk menghias ruang kelas.

Dalam Wikipedia, Quilling diartikan seperti berikut:

Quilling or paper filigree is an art form that involves the use of strips of paper that are rolled, shaped, and glued together to create decorative designs. 

Maksudnya lebih kurang begini:


Paper Quilling adalah salah satu seni menggunakan kertas yang digulung, dibentuk & direkatkan menjadi sebuah desain yang dekoratif.


Dengan berbagai teknik menggulung yang semakin berkembang, gulungan-gulungan yang berbentuk lingkaran tersebut dapat diubah jadi berbagai bentuk. Diantaranya bentuk kelopak bunga yang apabila disusun akan dapat dikreasikan menjadi berbagai jenis bunga. Lingkaran-lingkaran kertas itu juga bisa dibuat berbagai ornamen berbentuk 3D. 


Walaupun jenis kerajinan ini sudah saya kenal dari sejak kecil, tapi secara teknikalnya saya mulai mempelajarinya 2010 lalu, saat saya menghabiskan cuti persekolahan di Banda Aceh. Adik bungsu saya mengajarkan saya cara-cara menggulung kertas menjadi bentuk-bentuk yang menarik dengan menggunakan alat-alat khusus yang sangat sederhana, seperti gambar di bawah:




Lihat jarumnya begitu sederhana, beli online di Craftmania Craftmaniaa, sebuah situs jualan online di Jakarta, Indonesia. Begitu juga paper khususnya. Rol bulat yang berlubang-lubang itu beli di sebuah toko stationery di Peunayong, Banda Aceh. Rol itu sangat menolong untuk mendapatkan ukuran gulungan kertas yang kita inginkan.


Bandingkan dengan peralatan seperti gambar di bawah ini:


Semua peralatan ini sudah lebih improve dari yang pertama. Saya memperolehnya dari Kelas Paper Quilling Dasar (Quilling Beginner Class 1), yang diadakan oleh  Aifel Craft Cottage. Cikgunya Mrs Pei Pei.


Setelah mengikuti kelas asas ini, kemahiran saya bertambah & ilmu baru pun diperoleh. Banyak trik & tip-tip baru saya pelajari. Walaupun kelas berlangsung singkat, tapi begitu menyenangkan. 


Ini dia kreasi pertama saya:















Ok, saya rasa itu dulu entri tentang paper quilling untuk hari ini. Di entri berikutnya saya akan postkan kreasi-kreasi paper quilling yang sudah saya buat selepas mengikuti kelas dasar quilling. Ok..see u...